Kriteria MABIMS, Standarisasi Penentuan Awal Ramadhan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 18 Februari 2025 - 12:04 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rukyatul Hilal (Pemantauan Bulan) yang dilakukan untuk menentukan awal 1 Ramadhan.

Rukyatul Hilal (Pemantauan Bulan) yang dilakukan untuk menentukan awal 1 Ramadhan.

sumut.tagarutama.com, Fakfak – Penentuan awal bulan Ramadhan selalu menjadi perhatian bagi umat Islam. Perbedaan metode yang digunakan dalam menetapkan awal bulan Hijriyah terkadang menimbulkan perbedaan dalam menentukan hari pertama puasa. Untuk mengatasi perbedaan ini, Indonesia dan negara-negara anggota MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) telah menyepakati kriteria MABIMS sebagai standar ilmiah dalam menentukan awal bulan Hijriyah.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Fakfak, Yahya Bin Tahir, S.Hi, menegaskan bahwa kriteria MABIMS digunakan sebagai dasar dalam sidang itsbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

“Kriteria MABIMS bukan sekadar standar astronomi, tetapi juga upaya menyatukan metode hisab dan rukyat dalam penentuan awal bulan Hijriyah. Ini bertujuan agar umat Islam dapat menjalankan ibadah bersama dengan khusyuk pada bulan Ramadhan,” ungkap Yahya Bin Tahir.

Baca Juga : Kemenag Fakfak Rilis Jadwal Imsakiyah 1446 H, Awal Ramadhan Tunggu Sidang Itsbat

Menurut Yahya Bin Tahir, kriteria MABIMS menetapkan bahwa hilal harus memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan jarak sudut bulan-matahari (elongasi) minimal 6,4 derajat agar dapat dijadikan dasar dalam penentuan awal bulan Hijriyah.

Baca Juga :  Pererat Silaturahim, Yayasan Lentera Hati Manokwari Gelar Buka Puasa Bersama

Dalam fikih Islam, terdapat dua pendekatan utama dalam menentukan awal bulan:

  1. Rukyat Global – Metode ini mengacu pada hasil pengamatan hilal di belahan dunia mana pun. Pendekatan ini banyak dianut oleh mazhab Hanafi, Maliki, dan Hambali.
  2. Rukyat Lokal – Metode ini mengacu pada pengamatan hilal di wilayah setempat dengan radius hingga 120 km. Pendekatan ini lebih cenderung diterapkan dalam mazhab Syafi’i.
Baca Juga :  Malam Pertama Ramadhan di Masjid Al Munawwarah Fakfak, Jamaah Diberi Arahan Tata Cara Ibadah

“Dengan adanya kriteria MABIMS, umat Islam dapat lebih memahami bahwa penetapan awal bulan Hijriah yang juga didukung oleh kajian ilmiah dan perhitungan astronomi yang akurat,” tambahnya.

Di akhir penyampaiannya, Yahya Bin Tahir mengajak seluruh umat Islam di Fakfak untuk menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh suka cita dan meningkatkan ibadah.

“Mari kita sambut bulan Ramadhan dengan hati yang penuh cinta dan gembira. Semoga Allah memberikan keberkahan kepada kita semua di bulan yang suci ini,” tutupnya.

Dengan adanya penentuan awal bulan dengan menggunakan kriteria MABIMS diharapkan umat Islam dapat lebih bersatu dalam menentukan awal Ramadhan. Hal ini tidak hanya membantu menyelaraskan pelaksanaan ibadah puasa, tetapi juga memperkuat kebersamaan dalam menjalankan syariat Islam. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel sumut.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pantau Panen di Kayauni, Kepala Distrik Kayauni Tegaskan Komitmen Jaga Mutu Pala Fakfak
Gerak Cepat Jawab Aspirasi Reses DPRK, Dinas Perkebunan Fakfak Antar Bibit Pala Langsung ke Kebun Petani
Retribusi Pala Tembus Rp248,4 Juta hingga April 2026, Harga Fuly Menguat, Fokus Perkuat Mutu
Petani Pala Fakfak Merasa Dihargai, Penetapan Harga Jadi Harapan Baru bagi Perkebunan Pala
Bangun Kebanggaan Produk Lokal, SMAN 2 Fakfak Bersama Dinas Perkebunan Luncurkan Pala Grafting dan Pupuk Organik Asli Papua di Hardiknas 2026
Dinas Perkebunan Fakfak Perkuat Pengendalian Hama Pala dengan Pupuk Organik TOP
Sosialisasi Jemput Bola Perkuat Implementasi Edaran Bupati, Dukungan Distrik dan Kampung Dorong Pala Unggul Fakfak
Pemkab Fakfak Gencarkan Sosialisasi Harga Pala, 72 Titik Usaha Dipasangi Pamflet Himbauan

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:48 WIT

Pantau Panen di Kayauni, Kepala Distrik Kayauni Tegaskan Komitmen Jaga Mutu Pala Fakfak

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:43 WIT

Gerak Cepat Jawab Aspirasi Reses DPRK, Dinas Perkebunan Fakfak Antar Bibit Pala Langsung ke Kebun Petani

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:36 WIT

Retribusi Pala Tembus Rp248,4 Juta hingga April 2026, Harga Fuly Menguat, Fokus Perkuat Mutu

Kamis, 30 April 2026 - 20:09 WIT

Petani Pala Fakfak Merasa Dihargai, Penetapan Harga Jadi Harapan Baru bagi Perkebunan Pala

Kamis, 30 April 2026 - 19:29 WIT

Bangun Kebanggaan Produk Lokal, SMAN 2 Fakfak Bersama Dinas Perkebunan Luncurkan Pala Grafting dan Pupuk Organik Asli Papua di Hardiknas 2026

Berita Terbaru