Melindungi Pala Tomandin: Dinas Perkebunan Fakfak Bentuk Brigade Pengendalian OPT di 7 Kampung

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 25 Oktober 2024 - 02:05 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

25 orang yang mengatasnamakan diri mereka sebagai Regu Brigade Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dari 7 Kampung yang memiliki tugas melindungi tanaman pala dari serangan hama dan serta memastikan keberlanjutan produksi pala sebagai komoditas unggulan daerah Fakfak

25 orang yang mengatasnamakan diri mereka sebagai Regu Brigade Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dari 7 Kampung yang memiliki tugas melindungi tanaman pala dari serangan hama dan serta memastikan keberlanjutan produksi pala sebagai komoditas unggulan daerah Fakfak

sumut.tagarutama.com, Fakfak – Dinas Perkebunan Fakfak mengambil inisiatif untuk membentuk regu Brigade Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang fokus pada pengendalian hama dan penyakit yang saat ini dianggap menghambat pertumbuhan dan produktivitas tanaman pala Tomandin. Pembentukan brigade ini bertujuan untuk melindungi tanaman pala dari serangan hama dan penyakit yang semakin meningkat, serta memastikan keberlanjutan produksi pala sebagai komoditas unggulan daerah Fakfak.

Acara bimbingan teknis (bimtek) Brigade OPT ini diikuti oleh 25 peserta dan dilaksanakan selama satu hari pada Kamis (24/10/24) di Ruang Myristica, Dinas Perkebunan Fakfak. Para peserta yang hadir berasal dari 5 distrik dengan perwakilan dari 7 kampung, yaitu Werfra, Tanehamur, Wambar, Sekru Tuare, Torea, Pirma, dan Wrikapal. Peserta-peserta ini akan ditingkatkan kapasitasnya menjadi regu brigade, yang berperan sebagai kader penggerak pengendalian hama dan penyakit langsung di kampung-kampung yang memiliki potensi besar dalam pengembangan kebun pala.

Acara dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya perlindungan dini terhadap tanaman pala Tomandin, mengingat tanaman ini merupakan komoditas unggulan daerah. Ia menjelaskan bahwa selain fokus pada proses budidaya dan peningkatan produksi, tindakan preventif terhadap serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) juga harus menjadi prioritas sejak awal.

” Perlindungan ini bertujuan untuk mengurangi potensi kerugian hasil akibat serangan OPT, yang mulai terlihat di beberapa area perkebunan pala. Serangan jamur akar putih (JAP), salah satu penyakit yang mulai menyerang pohon pala, perlu diatasi dengan tindakan preventif yang berbasis organik agar tanaman pala dapat pulih dan tetap produktif. Widhi juga menekankan bahwa penanganan yang tepat dan berkelanjutan sangat penting untuk menjaga kelangsungan produksi pala dan menghindari kerusakan lebih lanjut yang dapat mempengaruhi ekonomi petani pala setempat, ” jelas Widhi.

Baca Juga : Langkah Strategis Membangun Sinergi : Konsultasi Publik untuk Penataan Ruang Kampung dan Hak Ulayat Marga di Fakfak

Baca Juga : Yudisium 97 Mahasiswa, STKIP Muhammadiyah Manokwari Berharap Alumni dapat berkarya di masyarakat

Dijelaskan kembali bahwa Regu brigade yang dibentuk memiliki peran strategis sebagai instrumen pengendali dan sumber informasi di masing-masing wilayah kampung. Selain bertugas dalam pengendalian hama dan penyakit secara langsung, mereka juga diharapkan menjadi penghubung antara masyarakat dan Dinas Perkebunan. Regu brigade ini akan memberikan laporan aktual mengenai kondisi nyata di lapangan terkait serangan hama dan penyakit, sehingga dinas dapat dengan cepat mengidentifikasi masalah dan mengambil langkah-langkah penanganan yang tepat.

Baca Juga :  Imgobati Basis Fakfak Gelar Latihan Kader: Cetak Generasi Pemimpin Muda

” Dengan adanya laporan rutin dan akurat dari regu brigade, Dinas Perkebunan dapat merespons dengan lebih efektif, memastikan penanganan yang tepat sasaran, dan mencegah penyebaran serangan OPT yang lebih luas. Regu ini juga berperan sebagai agen edukasi, memberikan sosialisasi kepada petani tentang langkah-langkah preventif dan cara-cara pengendalian hama dan penyakit secara berkelanjutan,” ungkap Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati, ST, MT.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Kepala Bidang Perlintan, Konstantinus Uswanas, S.ST, yang berperan aktif dalam penyelenggaraan bimbingan teknis Brigade OPT. Acara ini juga menghadirkan narasumber Glenny Maretek, seorang ahli nutrisi tanaman dan peneliti, yang memberikan pemahaman mendalam mengenai peran penting Brigade OPT.

Glenny Maretek menjelaskan secara detail tugas-tugas Brigade sebagai instrumen pengendalian hama dan penyakit di lapangan. Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah pentingnya sosialisasi penggunaan pupuk hayati, yang merupakan teknologi organik berbasis lokal Papua.

” Pupuk hayati ini dianggap mampu memperbaiki kualitas unsur hara dalam tanah, sehingga tanaman pala dapat menyerap nutrisi dengan lebih optimal. Dengan meningkatnya penyerapan nutrisi, diharapkan produktivitas tanaman pala juga akan mengalami peningkatan. Penggunaan pupuk hayati bukan hanya sebagai solusi organik untuk pengendalian hama dan penyakit, tetapi juga sebagai langkah untuk menjaga kesuburan tanah dan meningkatkan hasil perkebunan secara berkelanjutan. Pupuk ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan tanaman pala yang lebih sehat dan produktif, mendukung keberhasilan program pengembangan pala di Fakfak, ” ujar Glen.

Baca Juga :  Harga Pala Tomandin Stabil Memasuki Liburan Akhir Tahun, Peluang Ekspor Fakfak Semakin Terbuka

Di akhir bimtek, Plt. Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) berjanji akan membentuk perwakilan Brigade OPT di setiap kampung yang memiliki potensi dalam pengembangan pala. Beliau juga menegaskan bahwa peningkatan kapasitas para kader brigade akan terus dilakukan secara berkelanjutan, agar mereka dapat menjadi agen pengendalian OPT yang andal di masing-masing wilayah.

Dengan adanya brigade ini, penanganan terhadap tanaman pala yang terserang hama dan penyakit diharapkan dapat dilakukan secara cepat dan tepat melalui penerapan pola serta mekanisasi penanganan berbasis organik. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap kampung memiliki sumber daya manusia yang terampil dalam melakukan pencegahan dan pengendalian OPT, sehingga tanaman pala dapat tetap sehat dan produktif.

Dari kegiatan ini diharapkan para peserta bimtek akan menjadi agen sekaligus mitra sukarela di tengah masyarakat pekebun pala, dengan tugas memberikan edukasi langsung terkait penanganan serangan hama dan penyakit pada tanaman pala jika terjadi. Selain itu, harapannya mereka juga mampu menjelaskan pentingnya pemberian nutrisi yang tepat untuk tanaman pala, guna memastikan tanaman dapat berproduksi secara optimal. Dengan adanya edukasi dan pendampingan ini, diharapkan produktivitas dan kualitas hasil pala Tomandin di Fakfak dapat terus meningkat, mendukung kesejahteraan petani serta keberlanjutan perkebunan pala sebagai komoditas unggulan daerah. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel sumut.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pantau Panen di Kayauni, Kepala Distrik Kayauni Tegaskan Komitmen Jaga Mutu Pala Fakfak
Gerak Cepat Jawab Aspirasi Reses DPRK, Dinas Perkebunan Fakfak Antar Bibit Pala Langsung ke Kebun Petani
Retribusi Pala Tembus Rp248,4 Juta hingga April 2026, Harga Fuly Menguat, Fokus Perkuat Mutu
Petani Pala Fakfak Merasa Dihargai, Penetapan Harga Jadi Harapan Baru bagi Perkebunan Pala
Bangun Kebanggaan Produk Lokal, SMAN 2 Fakfak Bersama Dinas Perkebunan Luncurkan Pala Grafting dan Pupuk Organik Asli Papua di Hardiknas 2026
Dinas Perkebunan Fakfak Perkuat Pengendalian Hama Pala dengan Pupuk Organik TOP
Sosialisasi Jemput Bola Perkuat Implementasi Edaran Bupati, Dukungan Distrik dan Kampung Dorong Pala Unggul Fakfak
Pemkab Fakfak Gencarkan Sosialisasi Harga Pala, 72 Titik Usaha Dipasangi Pamflet Himbauan

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:48 WIT

Pantau Panen di Kayauni, Kepala Distrik Kayauni Tegaskan Komitmen Jaga Mutu Pala Fakfak

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:43 WIT

Gerak Cepat Jawab Aspirasi Reses DPRK, Dinas Perkebunan Fakfak Antar Bibit Pala Langsung ke Kebun Petani

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:36 WIT

Retribusi Pala Tembus Rp248,4 Juta hingga April 2026, Harga Fuly Menguat, Fokus Perkuat Mutu

Kamis, 30 April 2026 - 20:09 WIT

Petani Pala Fakfak Merasa Dihargai, Penetapan Harga Jadi Harapan Baru bagi Perkebunan Pala

Kamis, 30 April 2026 - 19:29 WIT

Bangun Kebanggaan Produk Lokal, SMAN 2 Fakfak Bersama Dinas Perkebunan Luncurkan Pala Grafting dan Pupuk Organik Asli Papua di Hardiknas 2026

Berita Terbaru