Tak Lagi Tebak-Tebakan, Jenis Kelamin Pala Kini Bisa Diidentifikasi Sejak Bibit

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 29 Mei 2025 - 02:38 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof. Dr. Otih Rostiana, M.Sc., bersama tim BRIN melakukan pengambilan sampel di 8 lokasi berbeda di Kabupaten Fakfak, dengan fokus utama pada buah tua, daun, serta calon bunga jantan dan betina tanaman pala Tomandin.

Prof. Dr. Otih Rostiana, M.Sc., bersama tim BRIN melakukan pengambilan sampel di 8 lokasi berbeda di Kabupaten Fakfak, dengan fokus utama pada buah tua, daun, serta calon bunga jantan dan betina tanaman pala Tomandin.

sumut.tagarutama.com, Fakfak — Budidaya pala selama ini penuh dengan ketidakpastian, terutama karena jenis kelamin tanaman tidak dapat diketahui sejak dini. Namun kini, harapan baru datang dari kolaborasi riset antara Dinas Perkebunan Fakfak dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dalam riset yang dipimpin oleh Prof. Dr. Otih Rostiana, M.Sc., tim BRIN melakukan pengambilan sampel di 8 lokasi berbeda di Kabupaten Fakfak, dengan fokus utama pada buah tua, daun, serta calon bunga jantan dan betina tanaman pala Tomandin.

“Tanaman pala, termasuk Pala Tomandin Fakfak, merupakan tanaman berumah dua. Pohon jantan hanya menghasilkan bunga jantan dan tidak berbuah, sedangkan pohon betina yang menghasilkan biji dan fuli bernilai ekonomi,” jelas Prof. Otih.

Baca Juga : Pala Tomandin Fakfak Diteliti BRIN, Fokus pada Identifikasi Genetik dan Produktivitas

Masalah besar yang dihadapi para petani adalah ketidakmampuan membedakan jenis kelamin pohon sejak ditanam. Tanaman pala bisa memerlukan waktu bertahun-tahun untuk mulai berbuah, dan tidak sedikit yang akhirnya diketahui berjenis jantan dan tidak menghasilkan buah.

Baca Juga :  Dinas Perkebunan Fakfak Gelar Pelatihan Budidaya Pala di Teluk Bintuni, Perkuat Sinergi Antarwilayah

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menekankan bahwa riset ini sangat penting untuk mengurangi risiko kerugian petani akibat salah tanam.

“Petani selama ini menanam pala dengan harapan, tapi juga kecemasan. Kami harap dengan riset ini, jenis kelamin bisa diketahui sejak awal, sehingga pola tanam bisa lebih efektif,” ujarnya.

Baca Juga :  Percepat Penarikan Retribusi Pala, Dinas Perkebunan Fakfak Konsolidasi dengan Bapenda

Melalui riset molekuler, tim peneliti menargetkan pencapaian rasio ideal 1:8 hingga 1:10 antara pohon jantan dan betina di setiap kebun pala, agar penyerbukan tetap optimal namun dominan menghasilkan buah.

Lebih lanjut, Dinas Perkebunan juga tengah mengembangkan bibit unggul melalui metode grafting dan pengolahan benih pala Tomandin, agar pohon bisa tumbuh lebih cepat dan produktif.

“Kami optimis, ke depan Fakfak akan menjadi sentra penghasil pala unggulan nasional berbasis riset ilmiah,” pungkas Widhi.

Riset ini menjadi langkah konkret dalam menjawab tantangan budidaya pala dan mendukung visi besar Fakfak sebagai daerah penghasil pala berkualitas dunia. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel sumut.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pantau Panen di Kayauni, Kepala Distrik Kayauni Tegaskan Komitmen Jaga Mutu Pala Fakfak
Gerak Cepat Jawab Aspirasi Reses DPRK, Dinas Perkebunan Fakfak Antar Bibit Pala Langsung ke Kebun Petani
Retribusi Pala Tembus Rp248,4 Juta hingga April 2026, Harga Fuly Menguat, Fokus Perkuat Mutu
Petani Pala Fakfak Merasa Dihargai, Penetapan Harga Jadi Harapan Baru bagi Perkebunan Pala
Bangun Kebanggaan Produk Lokal, SMAN 2 Fakfak Bersama Dinas Perkebunan Luncurkan Pala Grafting dan Pupuk Organik Asli Papua di Hardiknas 2026
Dinas Perkebunan Fakfak Perkuat Pengendalian Hama Pala dengan Pupuk Organik TOP
Sosialisasi Jemput Bola Perkuat Implementasi Edaran Bupati, Dukungan Distrik dan Kampung Dorong Pala Unggul Fakfak
Pemkab Fakfak Gencarkan Sosialisasi Harga Pala, 72 Titik Usaha Dipasangi Pamflet Himbauan

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:48 WIT

Pantau Panen di Kayauni, Kepala Distrik Kayauni Tegaskan Komitmen Jaga Mutu Pala Fakfak

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:43 WIT

Gerak Cepat Jawab Aspirasi Reses DPRK, Dinas Perkebunan Fakfak Antar Bibit Pala Langsung ke Kebun Petani

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:36 WIT

Retribusi Pala Tembus Rp248,4 Juta hingga April 2026, Harga Fuly Menguat, Fokus Perkuat Mutu

Kamis, 30 April 2026 - 20:09 WIT

Petani Pala Fakfak Merasa Dihargai, Penetapan Harga Jadi Harapan Baru bagi Perkebunan Pala

Kamis, 30 April 2026 - 19:29 WIT

Bangun Kebanggaan Produk Lokal, SMAN 2 Fakfak Bersama Dinas Perkebunan Luncurkan Pala Grafting dan Pupuk Organik Asli Papua di Hardiknas 2026

Berita Terbaru